Review Honda ADV 150 Dipakai Touring, Jadi Pengen Bawa Pulang!

4
Review Honda ADV 150
Review Honda ADV 150 Dipakai Touring Solo-Karanganyar

BMSPEED7.COM – Hari Sabtu kemarin (28/9), saya bersama blogger dan vlogger Jawa Tengah diajak Main Dealer Astra Motor Jateng untuk mengikuti Touring Honda ADV 150 dengan rute Solo-Tawangmangu, Karanganyar.

Sekitar jam 8:30 saya dan rombongan mempersiapkan diri berkenaan dengan memilih unit (kebetulan saya pilih ADV 150 tipe CBS), memakai safety gear, briefing, sedikit pemanasan yang dipimpin oleh mas Alfian instruktur Safety riding Jateng dan tentu saja berdoa agar diberi keselamatan sepanjang perjalanan.

Dengan dikawal Patwal, saya dan rombongan ngegas dari The Park Mall Solo Baru ke Tawangmangu melewati Bekonang. Jalan yang saya dilalui diawal ialah mulus lantaran memang melewati perkotaan.

Disini saya perlu menyesuaikan diri dengan motor agar luwes saat mengendarainya karena beda karakter dengan motor matic lainnya. Namun tidak berselang lama saya langsung klop dengan motor dan dikendalikan sangat nurut. Diawal ini saya enggak langsung bermanuver langsung, saya memainkan motor secara santuy sesuai arahan dari yang di depan.

Kesan Melalui Perkotaan :

  • Cocok buat Stop and GO seperti konsep ADV yakni Urban Explorer, yang mana poin tersebut memang mudah dtemui di Perkotaan. Meski begitu buat tinggi 165cm kaya saya musti siap jikalau tiba tiba didepan mengharuskan behenti, kalau gak siap saya yakin bisa jatuh bego alias jatuh yang disebabkan tidak adanya keseimbangan wkwkwk.

  • Peforma yang asik untuk perkotaan, torsinya pas untuk tarikan diawal dan tenaga tenganya bagus. Atasnya belum dicoba.
  • Enak buat ditekuk tekuk, pas diperkotaan itu banyak dari pengguna motor yang mencoba masuk ke rombongan kami dan itu membuat saya harus melalukan attack untuk merebut jalur agar saya tidak tertinggal rombongan. Disini ADV 150 memainkan peran yang baik saat diajak bermanuver.
  • Handling, salah satu hal yang saya suka dari ADV 150 adalah soal handling yang memang nurut seperti CBR250RR saya dengan konsep Total Control-nya. 😀
  • Rem pakem : rem CBS di ADV 150 sudah full hidrolik dengan kaliper depan 3 piston dan belakang satu piston. Cocok sekali untuk mengantisipasi keadaan didepan.

Setelah Berkonang, saya dan rombongan melawati Matesih sebelum akhirnya ke tujuan pertama yakni di Ndoro Donker, Kemuning, Tawangmangu, Karanganyar. Rute kedua ini saya bilang yang paling mengasikan karena banyak ditemui jalan lurus, tanjakan, turunan, berkelok dan terbilang sepi. Disini saya berkesempatan untuk memacu Honda ADV 150.

Kesan Saya :

  • Sekali lagi racikan Honda AHM di ADV 150 jempolan banget soal handlingnya, dengan stang Tappered Handle Bar Honda ADV 150 asik untuk melibas tikungan. Lincah lah pokonya.

  • Ban dual purposenya memberikan grip yang baik diaspal mulus ketika buat berbelok dengan tikungan yang tajam sekalipun.
  • Suspensi tidak ada gejala ngayun waktu diajak menikung , ya mungkin karena bobot saya yang ringan, hanya 48 kg (terakhir waktu timbang segitu :v)

  • Rem tetap melakukan kinerjanya dengan baik, pakem dan dan tidak ada gejala membal sama sekali.

  • Peforma : Dengan mesin yang sepaket dengan Vatio 150 dan PCX 150 namun sudah diimprovement, ternyata memberikan performa yang lebih baik. Untuk bermanuver dan menanjak bisa dilaluinya dengan baik. Cuma tarikannya sih enggak langsung ces pleng gitu. Yah mungkin disektor ini bisa dipelajari Honda lebih lanjut agar performanya makin oke.
Riidng Position Tegak Jadi Lebih Mantap
  • Kenyamanan, setelah menempuh jarak yang lumayan (mohon maaf saya tidak sempat foto data di MID) saya mengambil kesimpulan kalau kenyamanan super untuk matic 150cc. Jok empuk dan saya suka karena ada penyekatnya jadi membuat rider agar rider tetap diposisi yang ideal.

Setelah Ndoro Donker Kemuning, saya ke dan rombongan ke diajak ke Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro yang lokasinya dibelakang Candi Sukuh. Diarea ini, trek yang saya lalui ini ialah cor semua dan dipenuhi oleh  tanjakan,turunan, tanjakan berjelok dan turunan berkelok.

Kesan Saya :

  • Performa, ini soal pinter pinternya kita mengatur gas dan juga harus punya jeda yang pas dengan rider didepan. Saya kira kira 5 meter dengan rider didepan dengan kedaan gas yang terbuka 1/4 dan ketika sudah pas saya perlahan nambah gas. Dengan begitu motor sangat mudah untuk naik keatas.
  • Ban dual purposenya memberikan grip yang baik dijalan cor
  • Rem tetap berkerja dengan baik saat melibas roda melibas trek cor coran.

Setelah Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro, tujuan akhir adalah Resto Bali Ndeso yang berada di Kemuning Karanganyar. Oia lokasinya enggak jauh ternyata dengan lokasi sebelumnya. Bagaimana dengan treknya? Nah ini yang menarik, beberpa jalan ada yang berlubang sehingga saya manfaatkan untuk mengetes suspensi depan dan belakang.

Kesan Saya :

  • Dengan travel suspensi yang panjang dikelasnya, saya sangat percaya diri untuk melibas jalan berlubang (tergantung besaran luabng, gak semuanya dihajar :V). Suspensi Showa-nya memberikan rebound yang pas.

Saatnya pulang, dari Bali Ndeso saya dan rombongan ngegas dengan rute Kemuning-Karangpandan-Karanganyar-Palur-UNS-Pasar Gede-Alun Alun Utara-Klewer dan finish kembali lagi ke The Park Mall Solo Baru.

Ok untuk yang dari kemuning tidak lagi saya ceritakan karena pada intinya treknya masih sama dengan sebelumnya. Fokus sekarang pada trek Karanganyar sampai The Park Mall Solo Baru. Untuk treknya sendiri mengambil perkotaan dengan jalur mulus dan lurus.

Dengan adanya patwal, membuat jalan terasa lenggang. Dimomen inilah saya berusaha mendapatkan top speed dan tarikan atasnya . Dan akhirnya saya berhasil meraih 113 KPJ. Itu juga sebenarnya belum mentok karena mesin masih teriak sedang didepan ada teman teman lainnya dan mengharuskan saya untuk mengerem.

Yang menarik di Alun Alun hingga pasar Klewer yang saat itu sedang rame oleh motor dan mobil, saya begitu mudah untuk membelah kemacetan. Ini karena saya sudah menyatu dengan ADV 150 sehingga membuatnya nurut dan lincah. Oia, satu lagi, sepanjang jalan dilihatin orang, jujur ada rasa kebanggaan disaat orang lain kepengen eh saya sudah jajal dulu, pakai touring lagi wkwkw

Tibalah saatnya saya finish di The Park Mall Solo Baru, kan ada paving block ya. Respon suspensi rupanya keras dengan speed 30 KPJan. Maklum, Honda ADV 150 diciptakan untuk melibas berbagai jalan (namun bukan OFF ROAD loya, itu CRF150 :D) makanya suspensi dibuat memang agak sedikit keras biar anteng saat ditikugan seperti yang saya ceritakan diatas.

KESIMPULAN

Honda ADV 150 merupakan salah satu motor yang mengasikan untuk touring. Embel embel ADVanvce yang disempatkan benar benar saya rasakan baik soal desain yang memang segmen baru sehingga menyedot perhatian, riding position nyaman dengan jok yang empuk dan stang fatbar yang membuat kita sigap dijalan, fitur-fitur modern bahkan saya bilang terlengkap untuk motor matic 150cc saat ini dan tentu spesifikasi yang juga selangkah lebih maju dikelasnya.

Meski begitu, saya tetap kurang puas dengan tarikan mesinnya. Maklum, sehari hari saya pakai Yamaha Nmax 155 dan Nmax itu punya satu kelebihan soal performanya. Namun, beberapa kelebihan yang dibawakan rasanya menututp kekurangan yang ada dan dengan menjajalnya dipakai touring, rasanya pengen bawa pulang wkwk. Sekian review ADV 150 dari saya semoga berguna | Mas Muslim

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here