Pengalaman Mendaki Gunung Prau, Dieng …Baru Tau Digunung Pun Kaya Pasar Malam, Rame Tenan Euy !!





telaga-warna-dieng
Pemandangan Kawah Sikidang dan Telaga Warna dari Gunung Prau,Dieng

BMspeed7.com – sobat sekalian….sorry nih sob,beberapa hari lalu tepatnya pasca lebaran jarang update info blog dikarenakan sibuk ngetrip..hehehe. Ngomong-ngomong soal ngetrip,saya kebetulan punya cerita pengalaman pertama mendaki gunung. Gunung pertama yang saya daki ialah puncak Prau,yang berlokasi di daerah Tapak Batak,Dieng,Banjarnegara,Jawa Tengah. Ingin tau seperti apa pengalaman saya,? Yuk ikuti ceritanya sob!


Jadi karena saya ini masih nubie soal mendaki gunung,saya mengambil Mountain (MT) Prau lantaran ketinggian puncak dirasa  cukup untuk pemula seperti saya ini..toh kalo orang mendaki profesional boleh dibilang MT Prau ini bukan gunung akan tetapi lebih tepatnya Puncak.

Sekali lagi karena saya ini nubie alias masih awam soal mendaki gunung,jangan tanya soal perlengkapan,sudah pasti gak punya sama sekali,hehehe…tapi hal tersebut gak menghalangi niat saya buat mendaki gunung,karena menurut pengalaman teman yang sering mendaki gunung,disana ada tempat penyewaan alat mendaki. Yawis kegunung kaya ke kerumah teman saja…pake sandal biasa..wkwkwk


Kebetulan perlengkapan pribadi yang  teman-teman bawa ini seperti sepatu gunung,Kaos kaki,Sarung tangan,sleeping bag (SB) dan cadar karena Tenda (3) ,matras (9)  dan karir (3) menyewa di salah satu teman.

Sumpah perlengkapan saya ini dadakan bener,kaos kaki saja beli disana,(karena berniat juga menyewa sepatu juga disana) terus Jaket,saya pake jaket bonus dari delaer dulu beli new vixion,bisa liat nanti penampakanya..hehee…anget juga euy ternyata…wkwkwk

Ketika dirasa barang bawaan semua sudah dibawa ke base camp,tiba saatnya kami berkumpul dan mengecek kembali lantas di bagi merata supaya diperjalanan tidak keberatan barang bawaan.

Kami pun berdoa dulu supaya diiberikan kelancaran dan keselamatan sepulang nanti. Ok,plintir gass tipis saja om…lawong estimasi sampai sana jam 4 kog tenan saja kami ini start mulai jam 10…yawis kami star dari base camp (lolong,karanganyar,Pekalongan) lanjut perjalanan ke salah teman kami untuk mengambil alat pendakian di (Talun,Pekalongan) lanjut kami ini breefing sejak menentukan rute yang akan kami lalui, mau lewat jalur barat apa timur,ya wis ternayata kami sepakat lewat jalur timur karena kebetulan posisi kami ini sudah di timur,dan itu artinya kami mengambil rute jalur Petungkriono (Pekalongan) – Batur (Banjarnegara)…

Perjalanan kami melalui jalur petungkriono sangat mulus walau jalan sempit,lapie kangbro…ada truk nyalip saja kami berhenti dulu…ok,asiknya lagi diperjalanan kami sering jumpa dengan cabe cabean orang yang hendak bepergian,karena kebetulan di Petungkriono ini banyak objek wisata keren keren dan kekinian.

Diperjalanan Saya merasakan ada teteasan air pada sorotan lampu yang ternyata menadakan gerimis dan kami pun bergegas pakai jas hujan untuk melindungi  barang bawaan dan yang terpenting supaya kami ini gak kedinginan….lanjut gass lagi om.
Sampai di daerah kecamatan Petungkriono (Perkalongan) kami merasakan hujan mulai reda dan kami pun melipat jas hujan…ketika melepas jas hujan dan menoleh kebelakang,saya terkejut,ternyata ada salah teman kami yang membawa teman ceweknya ada dua bro…juos bener nih…salut gua..

Gass lagi om,awal melewati jalan luar kecamatan,kami mulai merasakan perjalanan yang kurang enak,dimana medan yang kami lalui sangat jelek,tapi itu hanya sekitar 15 Km saja selebihnya sampai didesa perbatasan sudah mulus kembali…

Ok,kami sampai di Batur,Dieng,Banjarnegara…tiba saatnya rehat dan makan siang,ngobrol sebentar sambil menunggu salah teman kami yang kebetulan bawa motor matik katanya sangat kesusahan kala melewati tanjakan berliku dan terjal itu…

Ok,gass tipis2 lagi om sembari menikamati udara sejuk dan pemandangan dengan hamparan tanaman sayuran…dan ternyata tiba di daerah tak jauh dari objek wisata Dieng kami mendengar Adzan Dzuhur yang memberi tanda kami untuk beristirahat kembali dan sholat Dzuhur..

Setelah itu kami lanjut sampai base camp Puncak Prau,dan kini tiba saatnya kami tiba di base camp Tapak,Batak,Dieng. Saya langsung ngowoh…la pie pak’e bu’e pakdhe budhe…diparkiran banyak motor motor dengan letter luar Pekalongan dan Banjarnegara, ada dari Bandung Jakarta dan daerah Banten juga…juos !!

Kami bergegas ganti pakaian kalo saya menyewa sepatu (sewa Rp 30 ribu)  dan membeli kaos kaki dulu. Tak lupa temen kami registrasi buat tiket pendakian,parkiran dan saya pun yang regsitrasi helm teman2 supaya tak tertukar dengan helm yang lain…diberi tanda khusus dengan nama Muslim PC semua..hehehe

Tiba saatnya pendakian dimulai, sedikit demi medan tanah licin kami lalui dengan santai dari pos 1 hingga pos 4..

Karakter medan pos 1 yang kami lalui ini bebatuan tatanan dari masyarakat setempat,dapetnya view dengan hamparan sayuran kol dan kentang nih..temen kami banyak yang kepo dengan tanaman kentang ternyata…owalah makan kentang sudah bejibun gak tau tanaman kek apa hehe

Memasuki pos 2 sudah mulai agak kegelapan lantaran sudah ditumbuhi pohon cemara gede gede plus pohon khas hutan lainya..karakter medan pos 2 dipenuhi medan tanah yang licin,disinyalir bekas guyuran hujan nih….dipos 2 kami beristirahat sembari gantian mengendong karir (sebutan tas gede)…alhamdulillah saya kebagian tas kecil,pas digendong ngangat tangan satu kog berat yak,pas tanya yang masukin…waladalah…isinya minuman 1,5 liter ada 5 biji plus lain lain…mayan berat juga euy…

Saya merasakan persaudaraan antar pendaki dari pos 1 hingga 2 ini sangatlah kental terbukti mereka saling bertengur sapa “monggo mas” kala kami beristirahat….dipos ini pun teman taman kami sedikitnya istirahat 3 kali…dilanjutakan pos 3

Di pos 3 kami di uji dengan medan mayan ekstrim,dimana medan yang kami lalui ini nanjak sekitar 500 meteran plus tanah yang juga licin sekali lantaran ditemani rintikan air bawaan kabut…sepatu saya ngak ngegrip (nyokot) sama sekali saya pun dengan susah payahnya mendaki,alhamdulillah saya paling terdepan jadi tak diganggu teman di depanya…..

Ok,dipos 3 kami mendengar suara adzan magrib,dan beristirahat sejenak sambil makan cemilan ringan sisaan lebaran wwkwk…gile pas nengak air putih dingin bener…serasa di kulkas euy….mak nyesss !!

Lanjut,lagi lagi saya paling terdepan,dan ada 2 teman saya dibelakang….sedang 9 teman kami masih dibelakang…kami bertiga mencoba menaklukan medan licin nanjak plus ujan…pos 3 ini kami lumayan kegelapan kala mendaki lantaran semua senter ada pada teman saya yang jaraknya 30 meteran dibelakang…yawis dari pada kelamaan nungggu teman mending pake siaomay saja kebetulan juga ada seternye…usap-usap layar tak terhitung membendung air yang mncoba menutupi layar berteknologi IPS ini….

Dipos 3 ini saya menemukan pendaki gunung dengan bobot lebih dari 100 kg mendaki gunung,dalam hati saya pun berkata “ia pun punya semangat membara kenapa saya tidak”….hingga pada akhirnya saya terus mendaki dan apa yang terjadi?…saya melihat keatas sudah dipenuhi dataran rerumputan hijau yang menadakan plang terpampang bertuliskan pos 4, itu artinya tak lama lagi bakal nyampai puncak….cihuy!! Girang bener lihat pos terakhir ini.

Semangat kawan2…kami bertiga istirahat dulu sembari menunggu teman kami,tak lupa teriakan “Telolet” “Telolet” kami lontarkan berkali kali kali sebagai tanda teman kami supaya tak terpisah…15 menit menunggu teman2 kami datang…dan langsung bergegas ke puncak…saya lihat lihat kog ada teman kami yang kurang yak,ternyata cewek2 yang belom nyampai…katanya kelelahan dipos 3.

Yawis kami mendirikan 2 tenda dulu mengantisipasi hujan datang buat ngamanin barang bawaan…setelah tenda dan teman teman memasak air buat ngopi…akhirnya teman kami yang ketinggalan sudah datang dan langsung mendirikan tenda satunya…sambil ditemani rintikan grimis tentunya.

Juos gandos pakdhe,ketika ketiga tenda sudah terpasang rapi dengan jumplah teman yang pas,masing masing teman yang berada ditenda memasak mie karena perut mayan keroncongan dilanjut dengan obrolan santai dan cerita pengalaman teman yang sudah lebih sering mendaki gunung katakternya seperti apa saat mendaki gunung si A dan si B,disini saya mendapat ilmu berharga soal mendaki gunung pokoknya.

Ketika teman satu tenda kami sudah makan,lantas berganti pakaian dan langsung selonjor, katanya mayan lelah dan sudah kena hawa dingin saya pun juga demikian….tapi ada 1 tenda teman kami yang masih rame dengan obrolan disertai dagelan…hingga pukul 2…saya pun tak menghiraukan lantaran keburu ngantuk dan hawa dingin tadi….tidur sampai jam 4 dan bangun…meyiapkan peralatan kepuncak buat lihat sunrise…waladalah…teman teman lain dari macam daerah sudah lebih dulu berjejer menantikan peristiwa yang dicari ini.

Sekitar setengah jam menantikan,ternyata kabut datang yang artinya gagal melihat sunrise…ya wis poto potoan saja,sambil menunggu cerah,wah…ternyata dari puncak  prau gunung Sumbing dan Sindoro terlihat jelas,dan ini sebagai ganti gagalnya sunrise tadi…lensa kamera pun diplintir mengabadikan teman teman yang minta difoto.

Ada kali sekitar 1 jaman dipuncak kami grufie dan selfie dan berkenalan dengan teman-teman jauh ada yg dari Jakarta,Banten,Jogja Bandung dan masing banyak daerah yang ternyata jauh dari Banjarnegara.
Lantas kami langsung pergi ke tenda masing-maisng untuk masak air guna menyeduh kopi dan tak lupa memasak mie lagi….setelah itu kami pun langsung bergegas merapikan tenda takut keburu hujan datang karena cuaca bener bener sudah mendung….
Wah,ternyata banyak teman-teman yang sudah pulang nih…rame pisan…

Pada saat prepare sebelum pulang,saya mendapati pendaki gunung yang kecil-kecil yah,sekitar umur 10  tahunan lah…katanya sih masyarakat sana yang cuma berniat liat sunrise…tapi sayang tuh gagal wkwkwk
Selesai kemas2 barang lantas pulang dengan beban yang sedikit enteng lantaram kami ini tidak bawa logistik lagi…kami ini hanya bawa pakaian dan peralatan mendaki dan tak lupa sampah bejibun :mrgreen:

Kami turun hanya 1 jam sob,beda saat manjat yang menguras sekitar 2 jam,tiba dibasecamp kami langsung selonjor lagi sembari menunggu teman teman yang ingin membeli oleh-oleh disekitar basecamp. Sekitar 30 menit kami istirahat dan gass kembali….melalui rute jalan provinsi Banjarnegara-Kajen (Pekalongan)…teman-teman langsung bungah kala melewati jalan ini katanya jalan lebar dan mulus tak lupa kelokan juga enak buat rebah-rebah hehehe….

Ouh iya pada saat pulang, kami beristirahat didaerah terminal Kalibening,(Bajarnegara). Makan baso urat ditemani es teh,eh buset…nikmatnya. . 😀 …setelelahnya langsung gass sampai rumah penyewaan alat mendaki gunung kenalan salah teman kami di daerah Talun (Pekalongan)…..

Kami pulang nyampai rumah masing-masing sekitar jam 3 sore,karena kebetulan pada saat mengembalikan alat2 yang punya rumah sedang tidak ada dan kami menunggu sekiatar 30 menitan tak lupa hujan deras juga ternyata…

Last,puncak prau memiliki ketinggian 2565 MdpL…puncak ini sangat rekomendasi buat pemula seperti saya ini yang haus akan pengalaman mendaki gunung,terlebih lagi medan yang dilalui seperti yang sudah saya jelaskan panjang lebar diatas rasanya tidak terlalu berat dan tidak menimbulkan efek psikologis berupa “Kapok”….percaya atau tidak ketika kita sampai di puncak gunung rasa capek berjam jam mendaki akan hilang seketika dan dijamin kala kita mendarat dengan selamat sampai rumah,dibenak kita akan terbayang “kira kira next time mau kemana ya” saya rasakan juga demikian soalnye…

Insyallah kalau kami diberi kesehatan dan kecukupan waktu,kami rencanaya akan menaklukan puncak Sumbing Merbabu dan Selamet. Kita pilih yang dekat-dekat dulu saja. Ya wis mas bro mbak bro,pakdhe budhe kiranya itu saja pengalaman mendaki ke puncak Prau,yang dapat saya share diwarung ini. Semoga bermanfaat….bagi nusa dan bangsa…ekekekek…
Ouh iya ngomong-ngomong adakah pemirsa disini yang pernah mendaki gunung? Monggo dishare dong penglamannya di komen dibawah ini…Nih hasil Foto saya di Gunung Prau,Dieng,Banjarnegara,Jawa Tengah.

Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjarnegara-BMspeed7.com_41
Start dari desa Lolong,Karangnayar,Pekalongan
perlengkapan-mendaki-gunung
Perlengkapan-mendaki Gunung
perlengkapan-mendaki-gunung
Perlengakapan Mendaki Gunung
puncak-prau-gunung-prau
Narsis sebelum gass ke Puncak Prau
perjalanan-puncak-prau
Perjalanan terhambat hujan sob,
Habis makan om
Habis makan om
Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjarnegara-BMspeed7.com_48
rehat,di Batur,Dieng
Istirahat,dibatur Dieng
Istirahat,dibatur Dieng
dieng-banjarnegara
habis Sholat Dzuhur gan
puncak-prau
Pria tamvan dan pemverani
puncak-prau-dieng
Nunggu Teman kog lama Yak
sampah-pendaki-gunung
ini sampah bawaan pendaki gunung Prau yang dibawa pulang

Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjarnegara-BMspeed7.com_39

Jaket Yamaha..wkwkwk
Jaket Yamaha..wkwkwk

Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjarnegara-BMspeed7.com_11 Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjarnegara-BMspeed7.com_9 Pengalaman-Mendaki-gunung-Prau-Dieng-Banjakrnegara-BMspeed7.com_4

gunung-sindoro-gunung-sumbing
Foto diatas puncak Prau dengan background gunung Sindoro dan Gunung Sumbing,asli keren!!
puncak-prau
gagal lihat sunrise
gunung-prau-dieng
kaya pasar malem kan,rame






About Mas Muslim 1399 Articles

Hallo om,salam kenal, saya Mas Muslim admin tunggal dari blog ini,terima kasih banyak sudah berkunjung,komen,share dan berlangganan diblog WWW.BMSPEED7.COM | Semoga bermanfaat

4 Komentar

  1. sekarang memang makin banyak yang mendaki gunung, tahun 2001 saya mendaki Gunung Slamet aja ada sekitar 5000 orang dipuncaknya, makanya banyak pendaki senior yang nyari gunung-gunung yang masih jarang didaki 😀

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*