Megono Punya Pekalongan,Fix !!

Sego-megono-khas-pekalongan-2
Sego Megono khas pekalongan

BMspeed7 – Brosis sekalian…sumpah heboh tenan !! warga melek internet aka Netizen digegerkan atas  pengakuan Bupati Batang,Mayor Arh. H. Yoyok Riyo Sudibyo yang secara langsung mengeluarkan statement bahwa makanan Khas pekalongaan yakni Sego megono Diakuinya sebagai makanan Khas Batang. wuih..ada apa dengan sego megono..yok mari simak bareng bareng.

BACA JUGA :

Beragam komentar bernada negatif langsung mencuat disejumplah media sosial, sebut saja Facebook,Instagram,Tweeter dan lain sebagainya. tadi siang rame uey !! kebanyakan yang berkomentar adalah warga Pekalongan dan seakan menjelek jelekan Yoyok yang dianggap sok ngaku ngaku kuliner Megono. Padahal menurut yoyok, drinya hanya sekedar mempromosikan Sego megono yang dilontarkan saat acara musik Inbox SCTV dalam menyambut hari jadi kabupaten Batang.Sabtu (9/4).

Memang dalam catatan sejarah baik batang maupun pekalongan dahulu merupakan satu wilayah Kadipaten sebelum adanya perubahan wilayah. Jadi bukan tak mungkin megono merupakan peninggalan orang-orang dulu yang tinggal di batang maupun pekalongan.

Yoyok menambahkan dalam twetnya bahwa megonolah yang mempersatukan masyarakat Pekalongan dan Batang juga sekitarnya. Selain itu ia juga mengajak Pekalongan untuk mempromosikan megono sebagai sumber budaya,

#Megono adlh sumber kekuatan budaya kita. Kebetulan saja hari ini Batang yg punya kesempatan mempromosikannya. Besok monggo Pekalongan mempromosikan #megono juga. Bagaimana Pemalang atau Purbalingga? Monggo. Cuma soal kesempatan.” Ujarnya melalui akun tweeter @YoyokRiyo”.

Namun memang benar adanya,Nasi Megono atau yang akrab disebut sego megono ini adalah makanan khas dari kabupaten pekalongan hanya saja karena Batang termasuk kabupaten perbatasan dengan pekalongan maka makanan itupun juga terkenal dikota yang dulunya banyak bajing loncatnya tersebut. Hal ini merujuk sebagaimana yang dijelaskan Wikipedia

Nasi megono adalah makanan khas dari daerah panturaJawa Tengah bagian barat. Makanan ini biasa ditemukan dan sangat familiar di daerah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sampai Kabupaten Pemalang. Meskipun lebih identik dengan daerah Kabupaten Pekalongan, tepatnya di daerah Batang di sini hampir sepanjang jalan terdapat warung lesehan sego megono, karena makanan ini paling banyak ditemukan di warung-warung sepanjang jalan di Pekalongan. Nasi Megono terdiri atas nasi yang diatasnya diberikan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa  beserta bumbu-bumbu lainnya. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang.

Bupati Batang yang akrab disapa Yoyok melalui akun tweeternya @YoyokRiyo menyampaikan bahwa dari megono (kuliner lainnya) kita belajar bahwa kekayaan budaya bisa melintasi batas – batas buatan manusia. Pria bertitel mayor itu juga menyampaikan jika dugaannya terhadap penciptaan megono sudah ada sebelum kabupaten ini dibuat. Menurutnya megono hidup dalam keseharian masyarakat pekalongan maupun batang juga sekitarnya.

Seperti yang kita ketahui,dalam  catatan sejarah baik batang maupun pekalongan dahulu merupakan satu wilayah Kadipaten sebelum adanya perubahan wilayah. Jadi bukan tak mungkin megono merupakan peninggalan orang-orang dulu yang tinggal di batang maupun pekalongan.

Yoyok menambahkan dalam twetnya bahwa megonolah yang mempersatukan masyarakat Pekalongan dan Batang juga sekitarnya. Selain itu ia juga mengajak Pekalongan untuk mempromosikan megono sebagai sumber budaya,

#Megono adlh sumber kekuatan budaya kita. Kebetulan saja hari ini Batang yg punya kesempatan mempromosikannya. Besok monggo Pekalongan mempromosikan #megono juga. Bagaimana Pemalang atau Purbalingga? Monggo. Cuma soal kesempatan.” Ujarnya melalui akun tweeter @YoyokRiyo”.

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA :

Thanks For Reading and Sharing.
Semoga bermanfaat
====================================
ikuti berita terbaru atau kontak BMspeed7 :

 

 

 

Advertisements

3 Komentar

Orang Bijak Tinggalkan Jejak!