Inilah Kronologi Pembuatan Terompet Tahun Baru Dari Sampul Al-Quran

BMspeed7 – Bro dan sis sekalian…setelah hebohnya berita tentang sampul Al-Quran yang di jadikan terompet untuk menyambut tahun baru 2016..mencuatnya kabar ini ke netizen,lantaran terompet bersampul kitab suci Al-Quran tersebut pertama kali di temukan di Kendal,Jawa Tengah.

sampul-alquran-jadi-terompet-tahun-baru

lantas bagaimanakah kronologi pembuatan terompet tersebut?…jadi kronologinya ketika itu percetakan CV Aneka Ilmu Semarang  Diketahui menerima pesanan cetakan Alquran dan Juzz Amma dari Kementerian Agama RI pada masa menteri Suryadharma Ali (SDA). Pihaknya menerima order 1. 630.000 eksemplar Alquran dan 800 eksemplar Juzz Amma.

maka dari hasil percetakan sebanyak itu tentunya menghasilkan limbah yang cukup banyak..dari situ,limbah dari pada mubazir di bikin terompet,asal kronologinya kira kira begitu.

Nah,dalam proyek pengerjaan Al-quran seharga Rp 19.850 per eksemplar itu ternyata ada sebuah kendala teknis. yaitu terkendala karena belum adanya tanda tangan dari Menteri Agama karena pada saat itu sedang Ke Tanah Suci.

“Yang harusnya jadi 23 Desember akhirnya minta waktu karena (nunggu) tanda tangan menteri juga,” jelasnya

Setelah proyek kembali berjalan, ternyata musibah menimpa CV Aneka Ilmu, pabrik mereka dilanda banjir. Padahal kala itu pengerjaan sudah mencapai 75%. Sebagian cetakan Al-Quran dan cetakan sampul terendam air dan rusak.

“Pas mau finishing 75% kena banjir, itu 23 Januari waktu Kiai Sahal meninggal. Pekerjaan mundur lagi. Yang kena banjir itu dua, yang sudah cetakan di dalam dan cover ada yang kena banjir. Itu (yang terkena banjir) langsung dimusnahkan. Yang baik masih 200 ribu lembar kira-kira  2 ton lebih. Itu kita simpan dulu, siapa tahu dapat proyek lagi dari Depag,  ternyata tidak dapat lagi,” terangnya.

Menurut Suswanto, ada SOP atau aturan untuk memusnahkan limbah-limbah tertentu seperti Al-Quran, cetakan dari KPU, dan lainnya yaitu dengan dijadikan bubur kertas oleh pengepul, salah satunya Sunardi, warga Klaten yang sudah bekerjasama dengan CV Aneka Ilmu sejak tahun 1997.

Selain menyerahkan ke Sunardi untuk dijadikan bubur kertas, limbah sampul Alquran itu juga dicicil oleh CV Aneka Ilmu untuk membuat Al-Quran dan beberapa disumbangkan ke masjid-masjid. Suswanto juga kaget ketika ada limbahnya yang ramai diberitakan menjadi terompet karena seharusnya sudah dimusnahkan oleh Sunardi.

“Daripada saya pikir itu terbuang, kita bikin, sumbangkan ke masjid. Kalau dikatakan saya menistakan agama, saya ini Bendahara MUI Jateng, mosok saya mau mencederai. Saya malah enggak tahu apa-apa, tahunya setelah rame-rame,” tutur Suswanto.

meski Suswanto ngak salah,namun dia tetap meminta maaf kepada masyarakat muslim yang tersinggung dengan beredarnya terompet itu. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan membuat sampul Al-Quran menjadi terompet.

“Dalam hal ini saya merasa tidak ada unsur kesengajaan. Saya minta maaf sekali untuk seluruh umat muslim yang tersinggung. Saya sendiri juga umat muslim, mohon maaf sekali,” tegasnya.

lantas kuasa hukum CV Aneka Ilmu, Aan Tawli menambahkan awal mula terompet sampul Al-uran tersebut yaitu ketika Sunardi alias Gendon menjualnya ke beberapa orang, padahal seharusnya dijadikan bubur kertas untuk didaur ulang.

“Petugas ketika menjual sisa cover sudah diingatkan ke Pak Sunardi, ini cover Al-Quran, harus segera dimusnahkan. Pak Sunardi sudah meyakinkan, siap,” kata Aan.

Diduga Sunardi sendiri juga tidak mengetahui jika kertas yang dia jual lagi ke beberapa orang itu digunakan untuk membuat terompet.

“Pak Sunardi mengatakan tidak tahu akan dibuat terompet,”tandasnya.

Last…dalam hal ini tidak ada unsur kesengajaan melainkan hanya kesalahan teknis yang seharusnya kertas hasil limbah percetakan di daur ulang malah di daur terompet oleh oknum yang mencari keuntungan sesaat…edyan rek 😀

Advertisements

Be the first to comment

Orang Bijak Tinggalkan Jejak!